Cerita tentang hembus angin
Mengelus lembut namun menusuk
bagai digenggam bekuan es
Jemariku pucat, kaku
Sosok rupawan berbisik
"Tanganmu dingin"
Bukan, itu bukan untukku
Rupawan menggenggam jemari itu
Bukan, itu bukan jemariku
Berkat perjalanan angin
Menyadari jemariku kesepian
Inginkan pelukan jemari rupawan
Menyadari hatiku kecewa
Mengingat belum seorang
Untukku seutuhnya
