Selasa, 26 April 2016

Suratku II: Teruntuk Pria Ambigu

Aku menulis ini dengan sadar bahwa aku hanya perempuan
Maafkan aku yang lancang
Perasaanku begitu egois hingga tak dapat kucegah..
Mencarimu kemana".. Memikirkanmu setiap saat.. Menghubungimu tiap waktu.. Bahkan mungkin telah mengganggumu..
Perasaanku begitu egois.. Tak berpikir apakah pantas, karena aku hanya perempuan..
Sejauh mana boleh aku berpikir, berkata", dan berbuat untuk mendapat perhatianmu saja..
Begitu egoisnya.. Sampai tak mampu kucegah untuk merasa girang bila kau bertanya saja.. Tak juga mampu kucegah untuk merasa kecewa jika suatu waktu kau acuh, menjadi pendiam, bahkan tak mau bicara padaku lagi.. Padahal, memangnya aku siapa? Lalu, takkan bisa kucegah air mata jatuh.. Aku tak tau, pada bagian mana aku telah salah bicara padamu.. Tapi aku tak pernah berhenti memikirkan itu.. Hingga kini, saat mungkin saja kau sudah bosan..
Maafkan perasaanku yang egois.. Tak kuasa kucegah untuk mencari tau tentangmu, berusaha untuk dapat bertemu denganmu, mencari alasan untuk bicara denganmu, dan menghabiskan waktuku untuk mengagumimu..
Maafkan perasaanku yang egois.. Tak dapat aku hentikan sampai saat ini.. Tak dapat aku hentikan untuk berharap padamu.. Meskipun aku tau sejak awal, harapan itu sangat jauh.. Tapi tetap saja aku berharap dan berusaha mendapat perhatianmu saja..
Maafkan perasaanku, ia sangat egois.. Hanya ingin memilih untuk mendapatkanmu, seolah tak ada pilihan lain dalam hidupku.. Sangat buntu, sangat kaku, tak mau mencari jalan lain, tak mau memilih cinta lain..
Aku akan biarkan keegoisan perasaanku ini, terbakar amarahnya sendiri.. Meski menyakitkan, dan tidak dapat dalam waktu yang singkat.. Perlahan saja.. Perasaan itu akan menjadi abu termakan keegoisannya.. Jika suatu ketika surat ini sampai padamu, maukah kau menanyakan kabar perasaanku yang egois ini? Karena mungkin saja, ia masih kuat bertahan bersama dengan keyakinan untuk mendapatkanmu..

Suratku: Teruntuk Pria Ambigu

Aku menulis ini dengan sadar bahwa aku hanya perempuan..
kisah yang klasik
yang sudah berkali" aku alami
sayangnya tetap saja aku ulangi
yang berbeda kali ini hanyalah
bahwa aku tidak pernah bertemu denganmu
jika boleh aku ketahui
adakah hatimu sudah dimiliki?
siapa gadis yang kau tunggu?
apakah kau sedang..
bersungguh" menyukai seseorang
dan tidak bisa menoleh siapapun lagi?
begitu juga yang sudah kualami..
tapi disaat bersamaan, aku kehilangan org yang sungguh" padaku
dan org yang aku tunggu pun, akhirnya tidak bersamaku
aku hanya ingin memastikan..
apakah kau sungguh tidak ingin menoleh sama skali?
dan membiarkan dirimu kehilangan orang yang sungguh" padamu?
kata orang, jangan menunggu bulan jatuh
menunggu hal yang tak mungkin..
agar dapat kuputuskan utk tetap berjuang atau mundur..
dengan melepaskan segala perasaan canggung dan malu layaknya perempuan
yang hanya bisa menunggu
aku ingin mengatakan
harapanku jika masih mungkin, aku ingin kau memalingkan wajahmu, berhenti menunggu gadis pujaanmu itu, karena ada seseorang yang bersungguh" padamu
dan orang itu adalah aku
iya.. aku sudah menyukaimu

Mengenai Saya

Foto saya
Ga boleh nyerah, kalo gagal ulang lagi sampe berhasil!
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 Melukis Langit. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top